Mungkin bagi sebagian orang merasa bahwa mereka belum butuh asuransi. Baik itu Asuransi Jiwa, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Kesehatan, atau yang lebih simpel adalah Asuransi Kendaraan Bermotor. Masih banyak asumsi dalam diri orang-orang tersebut tentang rumitnya asuransi, dari adanya keharusan untuk melakukan medical check up, verifikasi hingga rumitnya proses klaim yang memakan waktu begitu lama. Juga ada pemikiran tentang manfaat asuransi jika di bandingkan dengan tabungan di bank atau Investasi. Ada yang berfikir, mengapa kita taruh uang kita di Asuransi bukan di bank atau investasi di pasar modal atau danareksa. Mengapa biarkan uang kita mati di perusahaan Asuransi.
Yang perlu kita cermati adalah filosofi Asuransi itu sendiri. Asuransi sendiri merupakan pelimpahan resiko yang di tanggung oleh seseorang atau suatu badan kepada suatu perusahaan yang mempunyai kapabilitas untuk mengelola dana yang menjadi beban pertanggungan atau yang lebih singkat kita sebut premi.
Mungkin secara gamblang kita ilustrasikan sebagai berikut :
1. Anda menabung di bank, anda bisa menyetor kapan saja, dan dana anda bisa anda tarik kapan saja pula. Selama dana anda mengendap di Bank anda mendapatkan hak dari bank seperti mendapat bunga tahunan, mendapat pelayanan,dan segala macam bentuk hadiah dari bank. Selain hak tersebut, anda mempunyai kewajiban untuk membayar biaya adaministrasi, Pajak dan lain-lain.
2. Anda menjadi nasabah sebuah perusahaan asuransi. Anda mempunyai kewajiban untuk membayar premi sebanyak rupiah yang telah di sepakati antara anda dengan perusahaan Asuransi. Selain itu anda hanya di haruskan untuk membayar premi tepat waktu dan tak pernah terlambat. Hak anda dari perusahaan asuransi adalah anda dapat mengajukan klaim jika terjadi hal-hal yang tertera dalam polis anda sebanyak jumlah dalam perjanjian anda dengan perusahaan.
Jika anda dapat menabung sebesar 1 juta rupiah setiap bulan, manakah yang anda akan pilih?
Di Bank atau Asuransi?
Kalau saya jelas memilih untuk menabung di Asuransi dengan perhitungan sebagai berikut :
Saya menandatangani kontrak dengan perusahaan asuransi di mana saya mempunyai kewajiban untuk membayar premi sebesar 1 juta rupiah per bulan selama 10 tahun dengan saya mendapatkan hak pertanggungan berupa biaya rumah sakit maksimum klaim sebesar 600 Juta per tahun dan tanggungan atas kematian sebesar 500 juta hingga saya berumur 75 tahun.
Dana yang saya berikan ke perusahaan asuransi adalah sebesar 1.000.000 x 12 x 10 atau sama dengan 120.000.000 (Seratus dua puluh juta rupiah). Jika saya mendapatkan penyakit dan mewajibkan saya untuk di rawat di rumah sakit, berarti saya mempunyai tabungan sebesar 600 juta (enam ratus juta) yang bisa saya pakai untuk membayar perawatan saya di rumah sakit. Bandingkan dengan jika saya menabung di Bank, Jika saya menabung secara kontinu di bank apakah uang yang saya tabung sebanding dengan apa yang Asuransi bisa berikan? Menaruh uang di Bank bagi kebanyakan orang mungkin hanya sekedar menitipkan gaji kita sementara. Dari kantor di transfer hari senin, hari selasa kita pakai untuk belanja keperluan sehari-hari, bayar listrik, bayar PAM, Telepon, biaya sekolah................lalu akhir bulan Impas!!!
Gaji kita cuma lewat aja tanpa ada sedikit pun yang tersisa.
Maka saya menghimbau untuk rekan-rekan, sisihkan uang anda yang untuk jajan, beli rokok atau hang out malam. Simpan uang anda, alihkan ke Asuransi supaya anda tidak perlu berpikir, Gimana kalau saya sakit?? Bagaimana hari tua saya?? Bisa tidak ya saya meninggalkan warisan harta untuk anak cucu saya??? Untuk itu rekan-rekan, mari menabung 25.000 setiap hari.. Buang semua kebiasaan buruk. Majukan Asuransi kita, Alihkan resiko kesehatan kita, resiko kecelakaan kita, resiko kematian kita kepada perusahaan asuransi.
Eko yuli Sulistiono
Prudential Life Insurance Agent
Tampilkan postingan dengan label Menggugah kesadaran Asuransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menggugah kesadaran Asuransi. Tampilkan semua postingan
Desember 17, 2007
Langganan:
Postingan (Atom)
